Senin, 04 Juni 2012



KAPE - KALI PEDOT..........( Uppsss.....Ada Kali Kok Pedot....)
        Sekilas Mendengar Nama ini Memang unik, Bagaimana tidak ada Kali alias Sungai tapi Pedot ( Putus ), tapi itulah realita di Kelurahan Blimbing memang benar-benar ada. Terletak di belahan timur wilayah Blimbing, berbatasan dengan Jl. Grenjeng dan Gowah sebuah kali ( Sungai ) yang akhirnya berkembang menjadi nama kampung. Sekarang kita kaji sejarah Kali ini, apakah memang dulu benar ada atau sebenarnya kali ini adalah bukan sebuah kali tapi sekedar Lubang saluran genangan air hujan semata. Menurut Beberapa sumber yang kami temui yang notabene adalah para Generasi lama yang mengalaminya secara langsung, maupun rekan sejawat seumuran kita sekarang yang telah mendapat cerita langsung dari Kakek Buyutnya, semua mengatakan bahwa Kalipedot itu sebenarnya tidak Ada. Jumlah sungai / kali yang ada di Kelurahan Blimbing ini awalnya ada 4 Buah, Pertama adalah Kali Asinan yang terletak diperbatasan dengan Kelurahan Brondong Lamongan, Kali Kedua adalah yang sekarang menjadi Jalan Kauman itu dan Ketiga Adalah Kali Duduk yang berbatasan dengan Dusun Dengok Kandangsemangkon Paciran, dan yang Keempat adalah Kali Di Jalan Grenjeng.  Terus dimana Letak Kali Pedot ?......KaliPedot itu adalah sebenarnya adalah sebuah saluran air ( Kalen )yang tidak seberapa besar namun letaknya memanjang dari Muara Laut jawa keselatan menyusuri Jl. Tanah Abang ( sekarang ), sampai di Gowah sebelah Barat. Lalu kenapa di Grenjeng sekarang menjadi sebuah Jalan ? itu  ceritanya adalah ada seorang yang kaya raya dan berpengaruh pada saat itu yang menukar tanahnya yang berada di sebelah barat saluran air kalipedot dengan separuh kali Grenjeng karena pada saat itu kali Grenjeng Lebarnya adalah 2 kali llipat dari yang sekarang dan menguruknyas separuh kali itu dengan maksud tanahnya yang disebelah baratnya menjadi bersatu tidak dibatasi oleh sebuah kali. Pada awalnya Salaran air kecil Kalipedot itu adalah menjadi pengganti kali Grenjeng dengan fungsi yang tak berubah tetap menjadi kali. lalu kenapa sekarang bis a Putus ( Pedot ).....itu adalah karena setelah kali grenjeng menjadi daratan, kali pengganti setelah digali dibiarkan begitu saja sehingga lama kelamaan ahirnya mengalami pendangkalan dan oleh perkembangan jaman Kali itu menjadi buntu kemudian menjadi daratan secara alami sampai akhirnya hanya tersisa  kurang lebih 6 M keselatan Jembatan yang dilalui Jl. Raya Deandles.  oleh warga setempat Kali itu dikenal menjadi Kali Pedot, sampe pada akhirnya pulalah menjadi nama sebuah Kampung. Itulah sedikit riwayat Kali Pedot yang oleh Anak-anak Muda sekarang disingkat Menjadi KAPE.
 ( Andre S Fairys - Script n Photo )

1 komentar:

  1. Dulu wktu kecil saya prnh dengar legenda katanya kali pedot itu awalnya memang benar sungai yg menghubungkan pantai melewati grenjeng sampai daerah sekitar watu pokak saya gak tau persisnya sekarang, masalahnya kali itu jadi istana kerajaan ghaib sehingga mengganggu warga sekitar, akhirnya dikumpulkan orang2 sakti buat menutup sumber mata air yg dekat watu pokak dgn sebongkah batu yg amat besar, dan berhentilah aliran air itu & dgn ini kerajaan ghaib di tutup pintunya, waktu itu saya pernah menelusuri bekas aliran air ato yg diyakini sbg sungai & memang berujung pada sebuah batu besar yg agak bulat dgn dasarnya spt bekas lubang, ya karena msh kecil saya gak berani mendekat utk memastikan, mgkn sjk saat itu kali mjd pedot alirannya & alih fungsi jadi sekedar saluran air dan berlanjut spt kisah anda

    BalasHapus